Live Streaming Harus Memiliki Izin Resmi?

0
46

Pada 22 Juni lalu stasiuin televisi RCTI dan iNewsTV melayangkan gugatan tentang Undang-undang Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi, yang nantinya hanya lembaga/individu yang memiliki izin saja yang diperbolehkan memakai dan membuat acara live streaming di internet.

“Perluasan definisi penyiaran akan mengklasifikasikan kegiatan seperti Instagram TV, Instagram Live, Facebook Live, Youtube Live, dan penyaluran konten audio visual lainnya dalam platform media sosial diharuskan menjadi lembaga penyiaran yang wajib berizin. Artinya, kami harus menutup mereka kalau mereka tidak mengajukan izin,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad M Ramli, dilansir suara.com.

https://cdn.medcom.id/images/content/2020/08/28/1180243/KCAYQqPEdr.jpg

Adapun solusi daripada permasalahan ini, kominfo berpendapat bawha sebenarnya ada jalan tengah dengan pembuatan undang-undang baru oleh DPR dan pemerintah yang mengatur sendiri layanan live streaming di internet.

Pengamat dan pegiat media sosial dari Suvarna.ID, Enda Nasution menilai bahwa penyiaran di televisi dan internet itu adalah dua hal yang berbeda. “Komposisi definisi penyiaran, dalam hal ini kan broadcasting, kenapa (harus) diatur karena menggunakan frekuensi. Sedangkan untuk penyiaran yang dilakukan dengan menggunakan koneksi internet, maka tidak dalam ranah publik yang harus diatur dalam undang-undang,” papar Enda.

Enda Nasution pun menambahkan bahwa media TV tidak akan mati, hanya porsinya jadi mengecil sebagaimana dialami koran saat digitalisasi berita, serta industri radio sesudah televisi datang. Pada intinya, semua tetap adu konten tanpa menghilangkan salah satu.

Penulis : M Randy Isman
Source : Foto dari Caspar Camille Rubin dari Unsplash dan arsip dari berbagai media berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here